DOBO,Aruterkini.com – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memberikan peringatan tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya guru dan tenaga kesehatan (nakes), agar tidak lalai dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Ultimatum tersebut disampaikan saat penutupan pelayanan medis gratis Rumah Sakit Kapal di Desa Benjina, Kecamatan Aru Tengah, Senin (2/3/2026). Momentum itu menjadi refleksi sekaligus alarm serius bagi kualitas pelayanan dasar di wilayah kepulauan.
Selama delapan minggu beroperasi, tim medis dari DoctorSHARE melalui program Rumah Sakit Kapal mencatat sebanyak 5.445 pasien telah dilayani. Rinciannya, 233 tindakan operasi, 794 layanan poli spesialis, 640 poli gigi, serta tiga persalinan yang dilakukan di atas kapal.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar lima persen populasi Kabupaten Kepulauan Aru. Pemerintah daerah menilai angka itu menjadi indikator penting perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan dan pendidikan di daerah.
“ASN memiliki tanggung jawab moral dan profesional. Jika ditemukan pelanggaran seperti mangkir, tidak berada di tempat tugas tanpa alasan jelas, atau pelayanan tidak maksimal, maka sanksi akan diberikan sesuai aturan,” tegas Bupati.
Ia juga menginstruksikan seluruh kepala OPD, kepala sekolah, dan kepala puskesmas untuk memperketat pengawasan internal. Menurutnya, disiplin dan integritas aparatur merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Meski menyampaikan apresiasi kepada tim medis yang telah membantu masyarakat Aru di tengah tantangan geografis, Bupati menekankan bahwa ketergantungan pada bantuan eksternal bukanlah solusi permanen.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru memastikan akan melakukan evaluasi total terhadap kinerja ASN di sektor kesehatan dan pendidikan.
“Pelayanan publik bukan pilihan, melainkan kewajiban,” pesannya.(*)
